Oleh: Dr. Habib khaerussani

(Penulis adalah pengasuh ponpes akmala sabila)

Keindahan suatu daerah tidak hanya terpancar dari keramahan penduduknya atau kekayaan budayanya, tetapi juga dari bagaimana kita menjaga kebersihan lingkungan bersama. Belakangan ini, masyarakat di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon, khususnya di kawasan Talun, tengah diuji kesabarannya terkait dinamika pengelolaan dan pengangkutan sampah yang dirasa berjalan sedikit lebih lambat dari biasanya.

Situasi ini kian pelik ketika beberapa titik pembuangan sampah akhirnya harus ditutup oleh warga setempat. Langkah penutupan ini tentu bukan tanpa alasan, ini adalah bentuk jeritan halus sekaligus cerminan dari rasa tidak nyaman masyarakat yang kawasannya terus menampung volume sampah tanpa kepastian jadwal pengangkutan yang ajek.

Dampaknya, kini meluas masyarakat kebingungan mencari tempat yang layak hanya untuk sekadar membuang kantong sampah rumah tangga mereka.

Titik Temu antara Kebijakan dan Kenyataan di Lapangan

Kita tentu sangat mengapresiasi upaya dan kerja keras dinas terkait yang setiap hari bergelut dengan tonase sampah yang luar biasa di Kabupaten Cirebon. Namun, realitas di lapangan saat ini memberikan sinyal kuat bahwa sistem yang ada memerlukan perhatian dan penyegaran yang lebih intensif.

Keterlambatan Pengangkutan, menimbulkan penumpukan yang tidak hanya merusak pemandangan (estetika), tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan lingkungan.

Aksi Penutupan oleh Warga, menjadi alarm pemutus rantai jalur pembuangan konvensional, yang jika tidak segera dicarikan solusi alternatif, akan memicu munculnya tempat pembuangan sampah liar baru.

Harapan untuk Langkah Nyata ke Depan

Besar harapan masyarakat agar pihak berwenang dapat duduk bersama, mengevaluasi kendala logistik atau armada yang menghambat mobilitas pengangkutan ini. Mengurai benango kusut masalah sampah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun komunikasi yang transparan mengenai jadwal pengangkutan serta penyediaan solusi tempat pembuangan sementara (TPS) yang representatif sangatlah dinantikan.

Kebersihan adalah bagian dari iman, dan tata kelola yang cekatan adalah jembatan untuk mewujudkannya. Semoga Kabupaten Cirebon bisa segera kembali bersih, asri, dan nyaman untuk kita semua melalui sinergi yang lebih responsif antara pemerintah dan segenap warga.***