Jejak Doa dalam Setiap Lipatan, Berkah Seserahan Pengantin di Bulan Syawal

Cirebonupdate.id – Momentum bulan Syawal selalu identik dengan meningkatnya prosesi pernikahan. Di Cirebon, Jawa Barat, hal ini turut membawa angin segar bagi para perajin hias seserahan yang kebanjiran pesanan, menghadirkan karya yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga penuh makna.

Di Desa Klangenan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, seorang ibu rumah tangga bernama Vica menekuni usaha merangkai seserahan dengan sentuhan kreatif. Dari rumahnya, ia menyulap berbagai perlengkapan calon pengantin seperti alat ibadah, sepatu, tas, hingga handuk menjadi rangkaian estetis yang memikat.

Proses pembuatannya tidak sederhana. Setiap item dipilih dan disusun dengan cermat, kemudian dihias menggunakan teknik lipatan dan ornamen bunga agar tampil selaras dengan konsep yang diinginkan. Hasil akhirnya menghadirkan seserahan bergaya modern yang kian diminati.

Menurut Vica, seserahan bukan sekadar pelengkap dalam pernikahan. Ia meyakini setiap rangkaian yang dibuat mengandung doa serta harapan bagi kehidupan rumah tangga pasangan pengantin.

“Alhamdulillah, di bulan Syawal ini pesanan meningkat cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Saat ini sudah sekitar 150 box yang kami kerjakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tren desain seserahan terus berubah mengikuti perkembangan selera. Konsep garden tengah populer, namun tema rustic, minimalis, hingga modern tetap memiliki penggemarnya masing-masing.

Menariknya, pelanggan Vica tidak hanya berasal dari wilayah Ciayumajakuning. Beberapa pesanan datang dari pasangan yang bekerja di luar negeri namun memilih menikah di Cirebon, seperti dari Jepang dan Taiwan.

Tak berhenti di seserahan, Vica bersama sang suami juga mengembangkan kreasi mahar pernikahan. Desain yang dibuat biasanya menyesuaikan permintaan pelanggan, dengan sentuhan kreatif yang membuatnya tampil unik dan personal.

“Biasanya calon pengantin membawa referensi dari internet, lalu kami kembangkan lagi desainnya supaya lebih berbeda,” jelasnya.

Dalam tradisi pernikahan, seserahan memiliki arti penting sebagai simbol kesungguhan pihak mempelai pria kepada calon istri. Nilai tersebut masih dijaga, meski kini dikemas dengan tampilan yang lebih modern.

Salah satu pelanggan, Fizil Fadly, mengaku sengaja memilih konsep seserahan yang selaras dengan tema akad.

“Saya membantu mencarikan seserahan untuk saudara yang akan menikah. Kami pilih tema modern dengan warna putih agar sesuai dengan busana akad,” ujarnya.

Untuk memperluas pasar, Vica juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Konsistensi dalam membuat konten menjadi strategi utama untuk menarik perhatian calon pelanggan.

Meski tidak mudah, upaya tersebut membuahkan hasil. Pesanan terus mengalir dengan harga paket yang bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk penyewaan 10 kotak seserahan.

Dari sebuah rumah sederhana di sudut desa, karya-karya Vica membuktikan bahwa seserahan bukan sekadar hiasan. Ia telah bertransformasi menjadi simbol cinta, doa, dan harapan yang mengiringi langkah awal sebuah pernikahan di bulan penuh berkah.