CIREBON,— PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon terus memperkuat upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api dengan menutup perlintasan sebidang ilegal di wilayah operasionalnya.

Langkah terbaru dilakukan di Km 122 jalur penghubung Kampung Babakan Aceng dan Kampung Haramay, Desa Neglasari, Kecamatan Pegaden, Kabupaten Subang. Penutupan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan di area perlintasan liar yang dinilai berisiko tinggi.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan hingga saat ini terdapat 175 perlintasan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon. Dari jumlah itu, sebanyak 133 perlintasan telah dijaga oleh petugas KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat, sedangkan 42 lainnya masih belum memiliki penjagaan resmi.

“Penutupan perlintasan ilegal ini merupakan bentuk komitmen KAI untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman sekaligus melindungi masyarakat di sekitar jalur rel,” kata Muhibbuddin, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, angka kecelakaan di perlintasan sebidang sepanjang tahun 2026 di wilayah Daop 3 Cirebon masih tergolong tinggi. Karena itu, penutupan akses liar dinilai menjadi langkah preventif yang harus terus digencarkan.

Sebelum penutupan dilakukan, tim pengamanan dan prasarana KAI terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Masyarakat juga diberikan informasi terkait jalur alternatif dan lokasi perlintasan resmi terdekat yang dapat digunakan.

Kebijakan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang mengatur bahwa perlintasan sebidang tanpa izin wajib ditutup demi keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

KAI Daop 3 Cirebon juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka kembali perlintasan ilegal secara mandiri karena dapat membahayakan keselamatan bersama. Selain itu, pengguna jalan diminta disiplin mematuhi rambu dan tidak menerobos ketika sinyal peringatan kereta api telah aktif.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mematuhi aturan demi keselamatan dan keamanan bersama,” tutup Muhibbuddin.