CIREBON, – Upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara insan pers dan otoritas keuangan terus dilakukan. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon menggelar pertemuan silaturahmi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Cirebon, Kamis (4/6/2026), sebagai langkah mempererat kerja sama dan membangun sinergi yang lebih kuat dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua SMSI Kota Cirebon, Mastari, menjelaskan bahwa SMSI merupakan organisasi perusahaan media siber yang menjadi konstituen Dewan Pers dan memiliki jaringan luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, kolaborasi antara organisasi pers dengan berbagai lembaga, termasuk Bank Indonesia, memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem media yang sehat, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan informasi publik yang semakin berkembang.

Mastari mengungkapkan, SMSI saat ini menjadi salah satu organisasi perusahaan media siber terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota yang terus bertambah, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk di Jawa Barat.

“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kemitraan yang telah terjalin. Kami berharap kerja sama dalam bidang publikasi, penguatan organisasi, dan pelayanan informasi kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” kata Mastari.

Ia menambahkan, media memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, komunikasi yang baik antara media dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus dijaga.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan silaturahmi yang dilakukan jajaran SMSI Kota Cirebon.

Menurutnya, media merupakan mitra strategis dalam mendukung penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait program-program Bank Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari SMSI Kota Cirebon. Selama ini hubungan dan kerja sama dengan media berjalan baik, terutama dalam mendukung publikasi berbagai program edukasi dan informasi yang disampaikan Bank Indonesia,” ujar Wihujeng.

Dalam kesempatan itu, BI Cirebon juga memaparkan sejumlah tugas dan fungsi kelembagaan, termasuk peran dua deputi utama yang membidangi sistem pembayaran serta ekonomi dan keuangan daerah.

Deputi bidang sistem pembayaran bertanggung jawab pada pengelolaan transaksi tunai maupun non-tunai, sementara deputi ekonomi dan keuangan daerah fokus pada pengendalian inflasi, penguatan ekonomi regional, hingga pengembangan lembaga keuangan mikro syariah.

Selain memperkenalkan struktur organisasi, BI Cirebon turut mengenalkan tim hubungan masyarakat yang berperan sebagai penghubung utama dalam komunikasi publik dan kemitraan dengan media.

Pada kesempatan tersebut, Wihujeng juga menegaskan bahwa rotasi dan penugasan pegawai merupakan bagian dari dinamika organisasi yang dilakukan secara berkala guna meningkatkan efektivitas kerja dan memperkuat kualitas pelayanan.

“Rotasi dan penugasan pegawai merupakan mekanisme yang biasa dilakukan sebagai bentuk penyegaran organisasi serta upaya meningkatkan kinerja agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.