Desakan Keras Kagama Cirebon: Rismon Diminta Segera Minta Maaf ke Rektorat UGM
CIREBON, – Pernyataan tegas disampaikan Relawan Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Cirebon kepada Rismon, pasca dihentikannya perkara melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh Polda Metro Jaya.
Meski proses hukum telah dihentikan, Kagama menegaskan bahwa persoalan belum sepenuhnya selesai. Rismon dinilai masih memiliki tanggung jawab moral terhadap Universitas Gadjah Mada (UGM) beserta para alumninya.
“SP3 bukan akhir dari segalanya. Ada dampak yang ditimbulkan, baik secara materiil maupun non-materiil, terutama terhadap nama baik kampus dan alumni,” demikian pernyataan Resmi Kagama Cirebon.
Rismon sebelumnya menjadi sorotan setelah pernyataannya terkait dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo yang disebut-sebut mencapai nilai fantastis hingga Rp1.000 triliun. Pernyataan tersebut dinilai telah menimbulkan polemik luas dan mencoreng institusi pendidikan, khususnya UGM.
Akibatnya, sejumlah pihak, terutama di lingkungan civitas akademika dan alumni UGM, disebut merasa dirugikan atas narasi yang berkembang.
Ketua Kagama Cirebon, Heru Subagia pun mendesak agar Rismon segera menunjukkan sikap tanggung jawab dan sportivitas sebagai seorang peneliti sekaligus alumni UGM.
“Yang bersangkutan masih mengaku sebagai peneliti dan alumni UGM. Maka sudah selayaknya menunjukkan itikad baik dengan meminta maaf secara terbuka,” tegas Heru, Sabtu (18/4)
Permintaan maaf tersebut diharapkan dilakukan secara formal, baik melalui surat resmi maupun secara langsung di hadapan pimpinan universitas.
Resni Kagama bahkan menantang Rismon untuk datang secara terbuka ke Rektorat UGM atau kantor Kagama terdekat guna menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang terdampak.
“Datang secara gagah berani, temui rektor atau perwakilan Kagama, dan sampaikan permohonan maaf. Itu langkah yang paling terhormat,” imbuhnya.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Rismon terkait desakan tersebut. Namun tekanan moral dari kalangan alumni terus menguat agar polemik ini segera ditutup dengan langkah yang elegan dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan