Catat, Makar Kami LebihJahat, Negara Dan Kekuasaannya Bisa Ambruk Jendral!

Ditulis: Heru Subagia
Perwakilan Masyarakat Menengah
Pengamat Ekonomi dan Politik

 

Cirebonupdate.id – Fakta dan penjelasan bila subsidi kelas menengah dan atas jujur adalah kalkulasi kebijakan tidak adil dan sesat. Bayangkan orang punya mobil Pajero/ Fortuner atau mobil mewah lainnya dipaksa mengonsumsi BBM harga kekinian. Mereka harus membeli BBM non subsidi versi harga terbaru.

BBM Non Subsidi Melambung

Pemerintah resmi menaikkan harga sejumlah jenis BBM nonsubsidi mulai 18 April 2026. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Berikut ini perubahan harga untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:

Mengutip halaman resmi Pertamina di Jakarta, Sabtu, tertera harga Pertamax Turbo untuk wilayah DKI Jakarta per 18 April ini naik sebesar Rp19.400 per liter dari harga per 1 April 2026 sebesar Rp13.100 per liter.

Untuk harga Dextlite, ditetapkan sebesar Rp23.600 per liter, naik dari 1 April 2026 yang sebesar Rp14.200 per liter.

Sedangkan, untuk Pertamina Dex, harga ditetapkan menjadi Rp23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter.

Nyasar Mobil Baru dan Mewah

Mengapa Kami yang memiliki mobil baru atau bekas harus bayar pajak dari pon, pajak balik nama, pajak barang mewah dan setiap tahunnya bayar pajak STNK. Yang Kami sebut obyek mobilnya. belum pajak pribadinya, tentunya lebih besar dari pajak kelas bawah.

Penegasannya jelas, kelas menengah dengan porsi hampir 22 persen dari penduduk Indonesia dan golongan atas mungkin 5-10 persen. Mereka adalah golongan pembayar pajak dengan nilai gede dan kepastian bayar jelas akan tetapi justru mendapatkan perilaku yang menyedihkan, dilukai dan tentunya ini adalah kebijakan yang disengaja.

Di mana Letak Keadilan

Golongan ini tidak mendapatkan subsidi atau kebijaksanaan meringankan. malah sebaiknya, dari BBM , gas , perumahan dan fasilitas lainnya justru harus tebus mahal. Apa yang disebutkan pengkondisian mutlak bahkan disebut pemerasan terencana. Ini sudah berlaku puluhan tahun saat Indonesia berdiri.

Bukan iri atau apa tetapi rasa keadilan itu harusnya ada dan dirasakan juga oleh masyarakat luas dan juga masuk radar pemerintah. Jujur, kondisi global serta ekonomi nasional yang sedang bergejolak bukan hanya golongan bawah yang mengalami kontraksi negatif .

Semuanya masyarakat mendapatkan tekanan ekonomi yang dahsyat tanpa kecuali Pemerintah Pusat da Daerah-daerah pun merasakan dampak negatif juga.

Kelompok Menengah Paling Sial

Bukan rahasia lagi jika Golongan menengah di Indonesia saat ini mengalami tekanan ekonomi yang dahsyat dengan ditandai dengan penurunan jumlah kelas menengah yang cukup drastis menjadi sekitar 17,13% dari total penduduk (2024),

Mereka adalah ksmi juga di mana banyak yang turun menjadi aspiring middle class akibat inflasi, kurangnya lapangan kerja formal, dan gaji yang tidak sebanding dengan biaya hidup.

Ciri Golongan Bergejolak

Inilah beberapa hal yang terasa atau menjadi ciri “keterhimpitan” golongan menengah: dan itulah kami saat ini.

Rapuh secara Ekonomi: Walaupun secara statistik terlihat aman, sebagian besar berada di batas bawah (pengeluaran 3,5 – 17 kali garis kemiskinan) dan hidup dari gaji ke gaji dengan tabungan tipis.

Beban “Sandwich Class”: Golongan ini sering menanggung beban ekonomi anggota keluarga lain, selain harus membiayai kebutuhan sendiri.

Penurunan Daya Beli: Kenaikan harga pokok (inflasi) yang tinggi membuat konsumsi sehari-hari semakin mahal, sehingga tabungan sering kali minus.

Banyak yang Turun Kelas: Terdapat sekitar 9,5 juta orang kelas menengah yang terlempar ke kelompok yang lebih rendah (menuju kelas menengah/bawah) dalam lima tahun terakhir.

Beralih ke Sektor Informal: Karena sulitnya mencari lapangan kerja formal sejak 2019, banyak yang terpaksa masuk ke sektor informal yang tidak stabil.

Dari keseluruhan tanda di atas, kesimpulan fakta saat ini tekanan berat dari sisi ekonomi justru dari kelompok menengah ke atas, pendapatan turun, instrumen investasi bergejolak atau bahkan rugi, biaya dan beban hidup tinggi dan belum beban sosial lainnya.

Bertahan hidup bukan lagi makan dari tabungan, mungkin akumulasi pinjaman pinjol masyarakat Indonesia yang tercatat sebesar Rp 100 T bagian dari golongan menengah.

 

Ancaman Negara

 

Ekspektasi hidup akhirnya turun atau dipaksa mati. Status seperti ini membahayakan baik untuk Kami dan negara. Kami bangkrut negara akan ikutan. Lumpuh . Daya beli sebagai mesin pertumbuhan gugur dan tentunya kami sudah tidak bisa bayar pajak dan lainnya.

Pada akhirnya fenomena ini menjadikan kelas menengah sebagai tulang punggung ekonomi nasional runtuh dan saat ini yang sebenarnya sudah menuju rapuh (vulnerable), sensitif atau rentan terhadap guncangan ekonomi kecil, dan ekstrimnya memiliki risiko sosial ekonomi serta politik yang tinggi jika tidak mendapatkan perlindungan sosial yang tepat.

Golongan jika ditidak diurusin akan menjadi boomerang politik yang nyata mengancam kekuasaan rejim Jika mereka, kami sudah frustasi dan tersumbat komuniasi, turun ke jalan mengajak masyarakat lain berdemokrasi dan berdemonstrasi.

Paradoks Keadilan dan Makar

 

Catatan, membangun dan mencapai menjadi golongan menengah dan atas bukan dari warisan atau karena KKN, banyak di antara dari kami berasal dari nol dan berdarah-darah mempertaruhkan dan berjuang untuk membalikkan fakta dan kejamnya hidup. Proses panjang dan berjenjang dan itu pun tidak pernah nikmati perhatian atau bantuan pemerintah.

Dari orang biasa hingga kami mendapatkan energi melimpah mencapai cita-cita. Bukan mudah dan cepat mencapai batas syarat golongan tertentu. Huduo Kami saat ini sama atau jauh lebih berat medan, area dan tentunya tanggung jawab yang bersandar lebih banyak. Kami sudah tidak lagi malu atau gengsi untuk berteriak kenceng, kami saat ini juga sedang kesusahan dan terjatuh

Karenaya kami menggugat , melawan bahkan melakukan tindakan makar ketidakadilan . Kami mempermasalahkan program kebijakan populis, subsidi dan lainnya hanya diberlakukan secara adil dan proposional. Jawapkah dengan jujur atau kamu akan melawan dengan tindakan lebih keras.