Cirebon – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Agus Muntholib, mengungkapkan bahwa tingkat konsultasi dan pengaduan masyarakat di sektor jasa keuangan hingga April 2026 masih didominasi oleh layanan tatap muka (walk in).

Dalam pemaparannya, Agus menyebutkan total terdapat 901 layanan konsultasi dan pengaduan yang diterima. Dari jumlah tersebut, sebanyak 706 merupakan konsultasi langsung (walk in), sementara 195 lainnya disampaikan melalui surat maupun Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK).

“Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih lebih nyaman datang langsung untuk berkonsultasi terkait permasalahan keuangan yang dihadapi,” ujar Agus. Rabu (29/4/2026)

Ia juga menjelaskan bahwa dari sisi kanal layanan, metode walk in mendominasi dengan persentase sekitar 78 persen, sedangkan pengaduan melalui surat berada di kisaran 22 persen.

Lebih lanjut, Agus memaparkan bahwa sektor fintech menjadi penyumbang pengaduan tertinggi, disusul oleh perbankan umum dan perusahaan pembiayaan. Kondisi ini, menurutnya, menjadi perhatian OJK dalam meningkatkan literasi serta perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Selain layanan konsultasi dan pengaduan, OJK Cirebon juga mencatat tingginya permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang mencapai 3.021 permintaan hingga April 2026.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, baik melalui tatap muka maupun digital, agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi dan menyampaikan pengaduan,” tambahnya.

Agus menegaskan, OJK akan terus memperkuat edukasi keuangan kepada masyarakat guna menekan potensi permasalahan serta meningkatkan pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan.