CIREBON,– Kota Cirebon bersiap menyambut usia ke-599 tahun dengan semangat kebersamaan yang terangkum dalam tema “Manunggal Winangun Caruban”. Tema tersebut menjadi cerminan tekad masyarakat untuk terus menjaga persatuan sekaligus membangun daerah tanpa melupakan akar budaya yang telah diwariskan para leluhur.

Peringatan Hari Jadi Cirebon tahun ini akan berlangsung meriah melalui berbagai agenda budaya, religi, olahraga, ekonomi kreatif hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang digelar sejak Mei hingga Juli 2026.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, mengatakan Hari Jadi Cirebon bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang kota yang lahir dari perpaduan beragam budaya, nilai keagamaan, dan semangat gotong royong masyarakat.

Menurutnya, makna “Manunggal Winangun Caruban” mengandung pesan kuat tentang persatuan dalam keberagaman. Manunggal berarti bersatu, Winangun bermakna membangun, sedangkan Caruban merupakan identitas Cirebon sebagai kota yang tumbuh dari akulturasi berbagai budaya.

“Melalui tema ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan berkolaborasi membangun Kota Cirebon yang semakin maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah,” ujar Iing dalam konferensi pers penyelenggaraan Hari Jadi Cirebon ke-599 dan Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan (Porsenitas) XIII, Kamis (11/6/2026).

Semangat tersebut diwujudkan melalui beragam kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku usaha, seniman, budayawan hingga generasi muda.

Berbagai program lingkungan hidup turut mewarnai peringatan tahun ini. Di antaranya gerakan pengelolaan sampah di sekolah, penanaman pohon dan mangrove, pemulihan kualitas air, kegiatan Cirebon Kinclong, kerja bakti lingkungan hingga kampanye pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat secara luas.

Tidak hanya di tingkat kota, kemeriahan Hari Jadi Cirebon juga akan terasa hingga lingkungan kelurahan. Beragam kegiatan seperti jalan sehat, festival kuliner, pentas seni, sedekah bumi, sholawat bersama, pagelaran wayang kulit, festival jaga kali hingga kirab budaya akan digelar sebagai bentuk partisipasi warga dalam memeriahkan hari bersejarah tersebut.

Rangkaian kegiatan budaya dan religi juga menjadi bagian penting dalam perayaan tahun ini. Ziarah ke makam tokoh-tokoh bersejarah seperti Sunan Gunung Jati, Pangeran Panjunan dan Pangeran Pulasaren akan dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu. Selain itu, masyarakat juga dapat menyaksikan tradisi Maos Babad Cirebon, Kirab Haul Pedati Gede, hingga berbagai pertunjukan seni tradisional yang digelar di sejumlah lokasi bersejarah.

Puncak peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 akan diawali pada 15 Juni 2026 melalui Sholat Ashar berjamaah di Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati. Pada malam harinya, masyarakat akan disuguhkan pagelaran wayang kulit sebagai simbol pelestarian budaya daerah.

Sementara pada 16 Juni 2026 akan digelar Upacara Hari Jadi Cirebon di Alun-Alun Kejaksan yang kemudian dilanjutkan dengan Sidang Paripurna DPRD Kota Cirebon.

Selain kegiatan budaya dan religi, pemerintah juga menyiapkan berbagai agenda ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku UMKM dan sektor pariwisata. Festival Kelurahan, Cirebon Great Sale, Indonesia Bangga Buatan Cirebon, Festival UMKM dan Hari Koperasi, Cheng Ho Cup hingga Cirebon Marching Band Festival menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada tahun ini, Kota Cirebon juga dipercaya menjadi tuan rumah Porsenitas XIII yang mempertemukan daerah-daerah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ajang tersebut mengusung tema “Harmoni Caruban Nagari: Menyatukan Batas, Mengukir Prestasi”.

Sebanyak 10 daerah yang tergabung dalam Anggota Kunci Bersama akan ambil bagian dalam kegiatan tersebut, yakni Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap.

Porsenitas XIII akan berlangsung pada 23 hingga 27 Juni 2026 dengan berbagai agenda mulai dari kirab budaya, pameran produk unggulan daerah, pertandingan olahraga, pentas seni hingga malam ramah tamah antar daerah.

Sejumlah cabang olahraga modern dan tradisional akan dipertandingkan, seperti tenis lapang, tenis meja, bulu tangkis, bola voli, basket, futsal, biliar, padel, lari 10 kilometer, jemparingan, sumpitan, dagongan hingga tarumpah.

Iing berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi sosial, budaya maupun ekonomi.

“Kami ingin masyarakat merasakan kebanggaan sebagai bagian dari Kota Cirebon. Melalui kebersamaan ini kami berharap semangat gotong royong semakin kuat, pariwisata tumbuh, ekonomi bergerak dan hubungan antar daerah semakin erat,” pungkasnya.