CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon mulai mengoperasikan seluruh lokomotif dan genset dengan bahan bakar biosolar B40 sebagai bagian dari dukungan terhadap program kemandirian energi nasional dan upaya pengurangan emisi.

Penggunaan biosolar B40 diterapkan di seluruh sarana operasional Daop 3 Cirebon, mengikuti kebijakan transisi energi yang tengah dijalankan pemerintah secara nasional. Bahan bakar ini merupakan campuran solar dengan 40 persen unsur nabati berbasis kelapa sawit yang dinilai lebih ramah lingkungan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan penerapan biosolar B40 menjadi langkah konkret perusahaan dalam mendukung penggunaan energi bersih di sektor transportasi.

“Seluruh sarana operasional kami, baik lokomotif maupun genset, kini telah menggunakan biosolar B40. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM agar implementasi energi ramah lingkungan ini berjalan optimal,” kata Muhibbuddin, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, selain membantu menekan emisi gas rumah kaca, penggunaan biosolar B40 juga tetap menjaga performa operasional kereta api, baik untuk layanan angkutan penumpang maupun barang di wilayah kerja Daop 3 Cirebon dan sekitarnya.

Tak hanya itu, penerapan B40 juga menjadi tahap persiapan menuju penggunaan biosolar B50 yang saat ini masih dalam proses uji coba nasional. B50 sendiri merupakan biodiesel dengan kandungan 50 persen bahan nabati.

“KAI siap mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pembangunan transportasi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai operator layanan kereta api di wilayah Cirebon dan sekitarnya, KAI Daop 3 terus berupaya menghadirkan inovasi, menjaga keselamatan perjalanan, serta mendukung agenda keberlanjutan melalui pemanfaatan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.