CIREBON – Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji) Kabupaten Cirebon periode 2025-2030 resmi dikukuhkan, Jum’at (12/6/2026). Momentum tersebut menjadi langkah awal bagi organisasi memperkuat peran pelaku usaha pengadaan barang dan jasa dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi di Kabupaten Cirebon.
Dewan Penasehat Aspanji Kabupaten Cirebon, Eko Ahmadi, menyampaikan bahwa kehadiran Aspanji diharapkan mampu menjadi wadah yang menyatukan seluruh pemangku kepentingan, pelaku usaha, serta berbagai sumber daya yang ada guna menggerakkan roda perekonomian daerah. Menurutnya, proses terbentuknya Aspanji Kabupaten Cirebon tidaklah singkat.
“Berbagai tahapan telah dilalui hingga akhirnya kepengurusan dapat dikukuhkan secara resmi. Kami berharap pengukuhan tersebut menjadi awal yang membawa semangat baru bagi para pengusaha, terutama di tengah kondisi ekonomi baik nasional maupun internasional tengah mengalami kontraksi yang biar biasa,” katanya.
Eko juga mengatakan, Aspanji harus mampu menjadi bagian dari solusi untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Eko mengaku, pihaknya ingin organisasi ini selalu mengedepankan profesionalisme dan mampu menjalin kerja sama yang serius dalam memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa secara profesional serta bertanggung jawab.
Sementara itu, Ketua DPK Aspanji Kabupaten Cirebon Dr Surnita Sandi Wiranata MM menyampaikan, bahwa amanah yang diemban bukanlah tugas ringan, terlebih dunia pengadaan barang dan jasa saat ini terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi digital.
“Tantangan pelaku usaha pengadaan saat ini tidak lagi sebatas memenangkan tender. Lebih dari itu, diperlukan komitmen kuat untuk menjaga integritas, transparansi, serta mendukung terciptanya ekosistem pengadaan yang bersih, akuntabel, dan bebas dari praktik maladministrasi,” ucapnya.
Saat ini, kata Sandi, dunia pengadaan telah bertransformasi secara digital. Karena itu, penguasaan teknologi, termasuk sistem e-katalog terbaru dan berbagai platform digital lainnya, menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Aspanji untuk menjadi jembatan pemberdayaan bagi pengusaha lokal Kabupaten Cirebon agar mampu bersaing dengan pelaku usaha dari tingkat nasional maupun global.
Dalam masa kepengurusannya, ia mengusung visi kolaboratif yang berorientasi pada peningkatan kompetensi, penguatan usaha lokal, serta respons terhadap perkembangan digital.
“Salah satu fokus utama organisasi adalah menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mendukung percepatan pembangunan daerah melalui proses pengadaan yang tepat waktu, berkualitas, dan sesuai aturan,” ungkapnya.
Selain itu, Aspanji juga akan mendorong peningkatan kapasitas anggota melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi keahlian. Organisasi juga berkomitmen memberikan perlindungan hukum serta memperluas akses informasi bagi seluruh anggotanya.
Ia pun mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan untuk menjadikan jabatan sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi nyata bagi daerah. Ia berharap Aspanji dapat menjadi rumah besar yang mampu memperkuat solidaritas para pengusaha pengadaan di Kabupaten Cirebon.
“Kita harus membuktikan bahwa pengusaha pengadaan di Kabupaten Cirebon memiliki etika bisnis yang tinggi, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan peningkatan pendapatan asli daerah,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan