KAI Daop 3 Cirebon Minta Warga Tak Jadikan Rel Kereta Lokasi Ngabuburit. Foto : Riant Subekti

Cirebonupdate.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan jalur rel kereta api sebagai lokasi berkumpul saat menunggu waktu berbuka puasa. Aktivitas seperti duduk di bantalan rel, berjalan di lintasan, hingga membuat konten foto maupun video dinilai sangat berbahaya dan melanggar aturan.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan bahwa setiap Ramadan masih ditemukan warga yang beraktivitas di sekitar jalur kereta. Padahal, area tersebut merupakan ruang terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api.

Menurutnya, risiko kecelakaan di jalur rel sangat tinggi karena kereta api melaju dengan kecepatan besar serta membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Kondisi tersebut membuat kereta tidak mungkin berhenti mendadak ketika masinis melihat orang berada di lintasan.

Selain itu, faktor kelalaian seperti penggunaan telepon genggam, kurangnya kewaspadaan, hingga salah memperkirakan jarak kedatangan kereta kerap menjadi penyebab insiden. Bahkan, sejak awal Januari hingga Februari 2026 tercatat sudah delapan kejadian orang tertemper kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon.

“Kami memahami ngabuburit merupakan tradisi masyarakat saat Ramadan. Namun jalur rel bukan tempat untuk kegiatan apa pun selain operasional kereta. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa larangan berada di jalur kereta telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 disebutkan setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, sementara pelanggaran dapat dikenakan sanksi pidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp15 juta sesuai Pasal 199.

Sebagai upaya pencegahan, KAI Daop 3 Cirebon terus meningkatkan edukasi keselamatan kepada masyarakat, sekolah, serta komunitas di sekitar jalur rel. Pengawasan dan patroli juga diperkuat, terutama pada sore hari menjelang berbuka puasa di lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul warga.

Muhibbuddin pun mengajak masyarakat, khususnya orang tua dan tokoh lingkungan, untuk turut berperan aktif mengingatkan anak-anak dan remaja agar tidak bermain di sekitar rel kereta.

“Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian dan kedisiplinan. Mari isi waktu menunggu berbuka dengan kegiatan yang aman dan positif. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama,” tutupnya.(Riant Subekti)