KOTA CIREBON, – Kota Cirebon kembali menegaskan identitasnya sebagai kota budaya, kota perdagangan, sekaligus kota yang tumbuh dari keberagaman. Peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 tahun 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pesta rakyat yang berlangsung selama beberapa pekan dan melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat.
Mengusung tema “Manunggal Winangun Caruban”, perayaan tahun ini menghadirkan perpaduan antara tradisi, budaya, olahraga, ekonomi kreatif, hingga hiburan modern yang mampu menarik ribuan warga memadati berbagai sudut kota.

Tema tersebut mengandung makna persatuan dan kebersamaan dalam membangun Cirebon yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar budayanya.
Awal Perayaan, Kota Mulai Bersolek
Sejak awal Juni 2026, suasana Hari Jadi mulai terasa. Berbagai instansi memasang umbul-umbul, bendera, dan ornamen khas Cirebon di kantor pemerintahan maupun ruang publik.
Pemerintah Kota Cirebon mengajak masyarakat memutar lagu-lagu khas Cirebonan dan mengenakan unsur budaya lokal sebagai bentuk kecintaan terhadap daerah.
Warga pun mulai menyambut perayaan tersebut dengan berbagai kegiatan di lingkungan masing-masing, mulai dari kerja bakti, lomba kampung, hingga pentas seni tingkat kelurahan.
Pawai Obor dan Kegiatan Keagamaan
Rangkaian Hari Jadi diawali dengan kegiatan religius dan budaya. Pawai obor yang melibatkan masyarakat dan pelajar menjadi simbol semangat kebersamaan sekaligus pengingat perjalanan panjang Kota Cirebon.
Sejumlah pengajian akbar dan kegiatan keagamaan juga digelar sebagai bentuk rasa syukur atas usia kota yang hampir mencapai enam abad.
Nuansa religius tersebut memperlihatkan bahwa Cirebon tidak hanya membangun fisik kota, tetapi juga menjaga nilai spiritual dan tradisi yang telah diwariskan para leluhur.
Seni Tradisi Kembali Menjadi Panggung Utama
Berbagai pertunjukan seni digelar selama rangkaian Hari Jadi. Salah satunya pertunjukan Wayang Wong “Sumantri Ngenger” di kawasan Goa Sunyaragi yang mendapat sambutan antusias masyarakat.
Pemerintah juga menghadirkan berbagai pentas budaya, sendratari, serta pertunjukan tradisional sebagai upaya menjaga identitas budaya Cirebon di tengah perkembangan zaman.
Kirab budaya, pentas seni kecamatan, Festival Kepatihan, hingga pertunjukan rakyat di berbagai wilayah menjadi bukti bahwa Hari Jadi ke-599 benar-benar dibawa lebih dekat kepada masyarakat.
Festival Serabi dan Kebangkitan Kuliner Lokal
Kecamatan Kesambi menjadi salah satu pusat keramaian melalui Festival Serabi yang menghadirkan ratusan pembuat serabi tradisional.
Aroma serabi yang dipanggang di atas tungku tanah liat berpadu dengan pertunjukan seni dan hiburan rakyat yang berlangsung hingga malam hari.
Festival tersebut menjadi ruang promosi kuliner khas Cirebon sekaligus upaya menjaga makanan tradisional agar tetap dikenal generasi muda.
Upacara Hari Jadi di Alun-Alun Kejaksan
Puncak peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 dilaksanakan melalui upacara resmi di Alun-Alun Kejaksan pada 16 Juni 2026.
Ribuan peserta dari unsur pemerintah, TNI-Polri, pelajar, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum mengikuti prosesi tersebut.
Dalam momentum tersebut, semangat persatuan dan kolaborasi menjadi pesan utama yang disampaikan pemerintah daerah.
Peringatan Hari Jadi tahun ini juga menjadi refleksi perjalanan Kota Cirebon yang terus tumbuh sebagai kota jasa, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.
PORSENITAS XIII Menjadi Magnet Baru
Salah satu agenda terbesar dalam Hari Jadi ke-599 adalah penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan (PORSENITAS) XIII serta Pameran Produk Unggulan Daerah KUNCI BERSAMA yang resmi dibuka di Balai Kota Cirebon.
Kegiatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi antarwilayah yang tergabung dalam KUNCI BERSAMA, yakni Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Cilacap.
Sebanyak 818 atlet dari 10 daerah mengikuti 14 cabang olahraga dengan 45 nomor pertandingan yang memperebutkan 366 medali.
Selain pertandingan olahraga, sebanyak 1.344 peserta ikut dalam kirab budaya dan defile yang menampilkan kekayaan seni dan budaya masing-masing daerah.
Ketua Sekretariat Bersama KUNCI BERSAMA Periode 2025-2030, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan bahwa PORSENITAS bukan semata kompetisi.
“Mari kita jadikan PORSENITAS dan pameran produk UMKM ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antar daerah, memperkuat jejaring, dan yang lebih penting memperkuat silaturahmi serta persahabatan,” ujarnya.
Menurutnya, kemenangan dalam perlombaan bukanlah tujuan utama.
“Menang kalah adalah bagian dari perlombaan, tetapi persahabatan yang terjalin akan menjadi kenangan dan kekuatan yang jauh lebih berharga,” katanya.
UMKM Menjadi Kekuatan Kawasan
Pameran Produk Unggulan Daerah menjadi salah satu daya tarik utama. Berbagai produk UMKM, kerajinan, makanan khas, hingga ekonomi kreatif dari daerah anggota KUNCI BERSAMA dipamerkan kepada masyarakat.
Dian menyebut di balik setiap produk yang dipamerkan tersimpan cerita panjang perjuangan para pelaku usaha.
“Di balik setiap produk yang dipamerkan, tersimpan cerita-cerita panjang tentang kerja keras para pelaku UMKM, petani, pengrajin, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat yang tidak pernah berhenti berkarya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masa depan pembangunan daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi.
Konser Rakyat Jadi Puncak Perayaan
Puncak rangkaian Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 ditutup dengan Gebyar Konser Hari Jadi Cirebon yang digelar di depan Balai Kota Cirebon pada 24 Juni 2026.
Ribuan masyarakat memadati Jalan Siliwangi sejak sore hari untuk menyaksikan penampilan sejumlah artis nasional dan musisi yang dihadirkan pemerintah daerah sebagai hiburan rakyat.
Penampilan penyanyi nasional Charly Van Houten menjadi magnet utama konser malam itu. Kehadiran mantan vokalis ST12 tersebut disambut antusias masyarakat yang ikut menyanyikan sejumlah lagu populernya.
Selain Charly Van Houten, panggung hiburan juga dimeriahkan oleh Bedu, Sandri Karamoy, dan Rudi Nugraha yang menghadirkan suasana penuh kegembiraan di pusat Kota Cirebon.
Konser yang berlangsung hingga malam hari tersebut menjadi penutup rangkaian Hari Jadi Cirebon ke-599 sekaligus simbol bahwa perayaan ulang tahun kota tidak hanya menjadi agenda seremonial pemerintah, tetapi benar-benar menjadi pesta rakyat.
Lautan manusia yang memenuhi kawasan Balai Kota memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat. Warga dari Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu hingga Brebes turut hadir menikmati hiburan yang diselenggarakan secara terbuka.
Di sisi lain, ratusan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima juga merasakan dampak ekonomi dari keramaian tersebut. Kawasan pusat kota berubah menjadi ruang publik yang hidup, mempertemukan seni, hiburan, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Konser rakyat ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 yang selama beberapa pekan menghadirkan kegiatan budaya, olahraga, pameran UMKM, kirab seni, hingga PORSENITAS XIII KUNCI BERSAMA. (Rian Subekti/ADV)

Tinggalkan Balasan