CIREBON,- Komitmen menjaga bumi sebagai amanah Tuhan tidak berhenti di ruang kuliah. Dosen Informatika UIN Syekh Nurjati Cirebon, Kahfi Gunadi dan Sokid, membuktikannya lewat aksi tanam pohon sebagai implementasi nyata konsep ekoteologi dan fiqh al-bi’ah di Pondok Pesantren Daarul Hilal, Tegalgubug-Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Selasa (6/5/2026).
Aksi ini menanam puluhan pohon buah produktif dan tanaman obat keluarga (toga), di antaranya pohon mangga, jambu, bluberi, kumis kucing, serta tanaman obat lainnya. Bibit tersebut disebar di lingkungan Ponpes Daarul Hilal dan SMK Plus Al Hilal sebagai SMK berbasis pesantren.
Kegiatan diikuti antusias oleh puluhan santri yang juga merupakan siswa SMK Plus Al Hilal. Turut hadir Waka Kesiswaan SMK Plus Al Hilal Abdul Fatah, Ketua Tim Kepesantrenan SMK Plus Al Hilal Siti Komala Sari, serta para guru.
Kahfi Gunadi menegaskan, ekoteologi harus membumi sebagai wujud syukur paling nyata kepada Allah atas karunia kehidupan. Mencintai lingkungan berarti menjaga keberlangsungan hidup seluruh ekosistem yang Allah ciptakan.
“Ekoteologi tidak boleh berhenti di ruang kuliah, tapi harus ditanam,” ujarnya.
Kahfi Gunadi juga menambahkan, kegiatan ini mendukung program Eco-Pesantren Kementerian Agama RI sekaligus menjadi wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang siber sekaligus membumi dan memberi kemaslahatan bagi umat.
Sementara itu Ketua Tim Kepesantrenan SMK Plus Al Hilal, Siti Komala Sari, menyambut baik kolaborasi ini. Pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Semoga pohon dan toga yang ditanam menjadi amal jariyah dan menumbuhkan karakter santri yang peduli lingkungan sejak dini, sejalan dengan visi SMK kami sebagai sekolah berbasis pesantren,” ungkapnya.
Semangat yang sama dirasakan siswa. Salah satu siswa SMK Plus Al Hilal, Fadil, mengaku senang bisa terlibat langsung.
“Seru banget bisa nanam bareng. Jadi tau kalau jaga bumi itu nggak susah, tinggal mulai dari pesantren dan sekolah kita sendiri,” kata Fadil.
Sebelum aksi penanaman, digelar diskusi pesantren ekoteolog yang menekankan bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai’khalifah fil ardh. Aksi kolaboratif ini menjadi langkah awal penguatan Ponpes Daarul Hilal dan SMK Plus Al Hilal menuju Eco-Pesantren yang mandiri, hijau, dan berkelanjutan.***

Tinggalkan Balasan