KAI Daop 3 Cirebon Perketat Pengamanan Jalur, Gunakan Drone hingga Tutup Perlintasan Tak Resmi. Foto : Riant Subekti

Cirebonupdate.id- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus meningkatkan langkah pengamanan untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Salah satu upaya yang dilakukan adalah patroli jalur menggunakan teknologi drone serta penertiban perlintasan liar di sejumlah titik rawan.

Pada Sabtu (21/2), tim Daop 3 Cirebon melakukan pemantauan jalur melalui udara di petak jalan Cangkring–Bangoduwa, tepatnya di kilometer 212 hingga 208+5. Patroli ini bertujuan mendeteksi lebih dini potensi gangguan di lintasan, seperti tindakan vandalisme, pencurian material prasarana, maupun aktivitas masyarakat yang berisiko terhadap operasional kereta api.

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan pemanfaatan drone menjadi salah satu strategi preventif agar kondisi jalur tetap aman dan bebas hambatan. Dengan pemantauan dari udara, potensi gangguan dapat segera diidentifikasi sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Selain patroli udara, menjelang Ramadan 1447 Hijriah dan masa Angkutan Lebaran 2026, Daop 3 Cirebon juga menutup perlintasan liar di petak jalan Pegadenbaru–Cikaum KM 117+6/7 yang berada di Desa Mekarwangi, Kecamatan Pegaden Barat, Kabupaten Subang. Penutupan dilakukan menggunakan patok berbahan bantalan beton agar tidak lagi dilintasi kendaraan, khususnya roda dua.

Menurut Muhibbuddin, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, terutama yang tidak memiliki izin, tidak dijaga, maupun tanpa palang pintu. Masyarakat diimbau untuk menggunakan perlintasan resmi terdekat yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan dan petugas penjaga.

Upaya ini juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang melarang aktivitas di ruang manfaat jalur kereta api, serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 terkait peningkatan keselamatan perlintasan sebidang yang memungkinkan penutupan perlintasan tidak resmi.

“Kami menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Patroli drone dilakukan untuk mengantisipasi gangguan sejak dini, sementara penutupan perlintasan liar merupakan langkah nyata mencegah kecelakaan. Kami berharap masyarakat mematuhi aturan dan menggunakan perlintasan resmi demi keselamatan bersama,” ujar Muhibbuddin.

Daop 3 Cirebon juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga keamanan jalur kereta api dengan tidak beraktivitas di sekitar rel serta segera melaporkan jika menemukan potensi gangguan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api. ( Riant Subekti)