Kota Cirebon, CU– Memasuki periode cuaca tidak menentu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mengeluarkan peringatan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat. Perubahan pola cuaca yang terjadi sejak beberapa hari terakhir dinilai berpotensi menimbulkan dampak bagi aktivitas warga.
Kepala BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, menjelaskan bahwa tanda-tanda cuaca ekstrem mulai terasa sejak siang hari. Kondisi tersebut ditandai dengan munculnya awan gelap yang kemudian diikuti hujan, meskipun belum berlangsung lama.
“Dalam beberapa hari terakhir, menjelang tengah hari cuaca sudah berubah, mendung dan turun hujan. Situasi ini perlu diwaspadai bersama,” ujar Andi Wibowo, Selasa (13/1/2026)
Ia menuturkan, masyarakat diminta untuk menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi cuaca yang berubah cepat. Risiko kecelakaan di jalan raya meningkat saat hujan turun, terutama akibat jalan licin dan jarak pandang yang terbatas.
“Pengendara diminta tidak tergesa-gesa dan selalu mengutamakan keselamatan. Jika hujan disertai petir, sebaiknya berhenti dan menunggu kondisi lebih aman,” katanya.
Selain di jalan raya, warga juga diingatkan agar tidak beraktivitas di lokasi-lokasi yang rawan membahayakan keselamatan, seperti berada di bawah pepohonan besar, baliho, maupun area terbuka saat hujan disertai petir.
BPBD Kota Cirebon juga menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca ekstrem agar masyarakat tetap fit dan terhindar dari gangguan kesehatan.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD terus memantau perkembangan cuaca dan menyiagakan personel apabila terjadi dampak bencana. Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui penyebaran media informasi dan peringatan dini agar potensi risiko dapat diminimalisir sejak awal. (Riant Subekti)

Tinggalkan Balasan