
CIREBON, – Pengamat ekonomi dan politik, Heru Subagia, menanggapi sorotan publik terhadap Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) yang terekam menyantap makanan sambil memegang cerutu saat meninjau lokasi banjir di Aceh. Menurut Heru, reaksi warganet perlu disikapi secara lebih proporsional dan tidak berlebihan.
Heru menilai, kebiasaan merokok cerutu merupakan bagian dari gaya hidup Zulhas yang sudah lama dikenal di berbagai kesempatan, terutama saat makan atau pertemuan informal bersama kolega maupun kader politik.
“Saya tidak dalam posisi membela siapa pun. Saya hanya menjelaskan bahwa merokok cerutu memang sudah menjadi kebiasaan Pak Zulhas dan itu bukan hal baru,” ujar Heru, Selasa (16/12/2025).
Video yang beredar di media sosial tersebut direkam saat Zulhas berada di Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Minggu (14/12/2025). Dalam video itu, Zulhas tampak duduk di sebuah rumah makan, memegang cerutu di satu tangan sembari menyantap hidangan.
Momen tersebut memicu kritik warganet karena dinilai kontras dengan kondisi warga terdampak banjir yang masih berjuang pascabencana. Sejumlah komentar menyebut gestur tersebut kurang mencerminkan empati sebagai pejabat negara.
Menanggapi hal itu, Heru menegaskan bahwa kebiasaan personal tidak serta-merta bisa dijadikan tolok ukur kepedulian seorang pejabat terhadap korban bencana. Ia mengingatkan agar publik bisa membedakan antara kritik substantif dan serangan personal.
“Ketika makan bersama tim di sela kegiatan lapangan, itu bagian dari keseharian. Jangan semua hal ditarik ke arah negatif hingga berujung pada fitnah atau serangan politik,” katanya.
Heru juga menilai, kritik yang terlalu tajam terhadap aspek personal justru berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu di luar substansi penanganan bencana itu sendiri.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pejabat publik tetap perlu menjaga sikap dan gestur saat berada di lokasi bencana, mengingat sensitivitas sosial masyarakat yang tinggi dalam situasi kemanusiaan. (Riant Subekti)

Tinggalkan Balasan