Penjual Durian Wonosobo Diserbu Pembeli di Jalur Pantura, Berani Garansi Rasa Manis dan Legit

Cirebonupdate.id– Lapak durian di jalur Pantura tepatnya di Jalan Raya Gunung Jati–Indramayu, depan Polsek Gunung Jati, ramai diserbu pembeli, terutama saat bulan Ramadan. Penjual durian Wonosobo, Agus Musoli, mengaku mampu menjual puluhan buah durian setiap harinya berkat kualitas buah yang ditawarkannya.

Agus mengatakan, dalam sehari dirinya bisa menjual sekitar 50 buah durian Wonosobo dengan kualitas super, rasa manis dan legit yang menjadi andalan. Ia bahkan berani memberikan garansi kepada pembeli jika durian yang dibeli tidak sesuai kualitas yang dijanjikan.

“Kalau pembeli tidak puas, bisa ditukar. Saya berani jamin karena kualitasnya memang bagus,” ujar Agus saat ditemui di lapaknya.

Harga durian yang dijual bervariasi, mulai dari Rp35 ribu per buah hingga ratusan ribu rupiah untuk jenis premium. Salah satu yang paling mahal adalah durian super montong asal Bali yang dijual hingga Rp400 ribu per buah, tergantung ukuran dan kualitasnya.

Agus membuka lapaknya setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari. Selama bulan Ramadan, suasana di lapaknya justru semakin ramai, terutama pada malam hari setelah waktu berbuka puasa. Banyak pembeli yang datang bersama keluarga maupun teman untuk menikmati durian.

Sebagian pembeli memilih menyantap durian langsung di lokasi sambil menikmati suasana malam di jalur Pantura, sementara lainnya membeli untuk dibawa pulang sebagai hidangan bersama keluarga di rumah.

Salah satu pelanggan, Lastman, warga Kapetakan, mengaku sudah lama menjadi pelanggan tetap di lapak Agus. Ia menilai kualitas durian yang dijual selalu terjaga sehingga tidak ragu untuk kembali membeli.

“Sudah sering beli di sini, duriannya enak-enak, manis, tidak pernah mengecewakan. Makanya saya jadi langganan,” katanya.

Dengan kualitas yang terjamin dan lokasi strategis di jalur Pantura yang ramai dilalui kendaraan, lapak durian Agus Musoli menjadi salah satu tujuan favorit pecinta durian di wilayah Cirebon dan sekitarnya, khususnya selama bulan Ramadan. ( Riant Subekti)