GEBANG, Cirebonupdate.id– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar edukasi dan literasi keuangan bertajuk “Bahari Tangguh, Ekonomi Maju” bagi nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Senin (2/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan formal.
Desa Gebang Mekar sendiri telah ditetapkan sebagai bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP). Dengan jumlah rumah tangga nelayan aktif yang cukup besar dan dominasi perikanan tangkap, kawasan ini dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung roda perekonomian pesisir di Kabupaten Cirebon. Karena itu, penguatan sektor riil dinilai perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan masyarakatnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Dr. Ir. H. Kardaya Warnika, D.E.A., Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman, serta pimpinan Bank BJB Bambang Kendra Senjaya beserta jajaran. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi kuat antara regulator, legislatif, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan dalam mendorong inklusi keuangan di wilayah pesisir.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting bagi terciptanya stabilitas ekonomi keluarga nelayan. Menurutnya, nelayan tidak hanya perlu fokus pada hasil tangkapan, tetapi juga mampu menyusun perencanaan, mengelola arus kas, serta memanfaatkan produk keuangan formal secara bijak dan legal.
“Dengan pemahaman yang baik dan akses terhadap layanan keuangan resmi, nelayan dapat mengembangkan usahanya secara lebih terencana, menjaga stabilitas pendapatan, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, OJK juga mendorong pengembangan Desa Gebang Mekar sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusi (EKI). Konsep ini menekankan pada pemetaan tingkat literasi dan inklusi berbasis data, identifikasi kebutuhan pembiayaan produktif, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya. Edukasi ditempatkan sebagai dasar, sementara akses pembiayaan menjadi instrumen penggerak pertumbuhan ekonomi desa.
Anggota Komisi XI DPR RI, Kardaya Warnika, menyampaikan bahwa DPR memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan untuk memastikan kebijakan sektor keuangan berpihak pada masyarakat, termasuk nelayan. Ia menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen dalam perluasan akses pembiayaan agar masyarakat memperoleh layanan yang aman dan tidak memberatkan.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman menilai penguatan literasi keuangan sejalan dengan strategi pembangunan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemerintah daerah, katanya, mendukung penuh langkah menjadikan Gebang Mekar sebagai desa yang mandiri secara ekonomi dan inklusif dalam layanan keuangan.
Sebagai wujud kolaborasi konkret, Bank BJB turut memperkenalkan sejumlah produk pembiayaan yang relevan bagi nelayan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) Nelayan. Skema ini diharapkan dapat memperluas akses kredit produktif serta mendukung pengembangan usaha sektor perikanan.
Para nelayan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Selain mendapatkan materi edukasi mengenai pengelolaan keuangan, mereka juga berkesempatan berdialog langsung dengan regulator, wakil rakyat, dan perbankan mengenai kebutuhan pembiayaan serta aspek perlindungan konsumen.
Melalui program “Bahari Tangguh, Ekonomi Maju”, OJK bersama DPR RI, Pemerintah Kabupaten Cirebon, dan industri jasa keuangan berkomitmen memperluas literasi serta akses keuangan formal bagi nelayan. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dan mendorong terwujudnya nelayan yang mandiri, tangguh, dan sejahtera di Kabupaten Cirebon.( Riant Subekti)

Tinggalkan Balasan