KABUPATEN CIREBON – Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan karya bakti evakuasi pohon besar yang tumbang di area Petilasan Makam Wali Songo, Situs Sumur Kramat Jalatunda, Blok Pekuncen RT 05/02 Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Minggu (28/12/2025).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.40 WIB ini dilaksanakan sebagai respons atas dampak cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon randu alas berukuran besar tumbang dan merusak area pendopo di sekitar situs. Sekitar 95 orang terlibat langsung dalam karya bakti tersebut.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Dandim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf M. Yusron, S.A.P., Danramil 0620-01/Sumber Gunung Jati Kapten Inf Suharyoto, S.H., Kapolsek Gunung Jati AKP Muchammad Qomaruddin, S.H., M.H. beserta jajaran, Tim SAR Yon C Brimob Polda Jawa Barat, anggota BPBD Kabupaten Cirebon, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta warga setempat.

Sebelum pelaksanaan evakuasi, seluruh personel dan masyarakat mengikuti apel pengecekan yang dipimpin Danramil 0620-01/Sumber Gunung Jati. Dalam amanatnya, Kapten Inf Suharyoto menekankan pentingnya bekerja dengan penuh keikhlasan karena lokasi yang dibersihkan merupakan kawasan bersejarah dan religi yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat.

“Kerja bakti ini kita niatkan sebagai ibadah. Kita bekerja di kawasan Susuhunan kita sendiri, Waliyullah Kanjeng Sunan Gunung Jati. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan manfaat bagi semua,” ujarnya.

Proses evakuasi meliputi pemotongan batang pohon, pembersihan ranting, serta penanganan pendopo yang rusak akibat tertimpa pohon. Dandim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf M. Yusron, S.A.P. turut meninjau langsung lokasi dan ikut serta memotong batang pohon bersama personel di lapangan.

Tim SAR Brimob Pelopor Yon C Polda Jabar juga bergabung untuk mempercepat proses evakuasi, dibantu penebang pohon profesional dengan menggunakan mesin chainsaw. Setelah sempat dihentikan sementara saat waktu salat Dzuhur, kegiatan kembali dilanjutkan hingga selesai sekitar pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan data di lapangan, pohon randu alas yang tumbang diperkirakan berusia sekitar 100 tahun dengan tinggi kurang lebih 30 meter dan diameter mencapai 2 meter.

Kegiatan karya bakti ini tidak hanya menjadi wujud sinergitas antarinstansi, tetapi juga bagian dari silaturahmi dan kepedulian terhadap masyarakat binaan. Dengan selesainya evakuasi pohon tumbang, diharapkan aktivitas peziarah kembali normal sehingga roda perekonomian warga Desa Gunung Jati dapat pulih. (Riant Subekti)