Kota Cirebon, CU – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan melayani lebih dari 4 juta penumpang. Capaian ini menegaskan peran strategis transportasi kereta api sebagai penggerak konektivitas, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Sepanjang 2025, KAI Daop 3 Cirebon melayani total 4.046.039 pelanggan, tumbuh 4,22 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 3.882.337 pelanggan. Dari jumlah tersebut, keberangkatan penumpang mencapai 2.059.697 orang, sementara kedatangan tercatat 1.986.342 orang.

Lonjakan tertinggi terjadi pada April 2025, bertepatan dengan momentum libur Hari Raya Idul Fitri. Pada periode tersebut, jumlah penumpang berangkat mencapai 223.941 orang dan penumpang datang sebanyak 176.260 orang. Tingginya mobilitas masyarakat ini turut mendorong aktivitas ekonomi, khususnya sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata di wilayah Cirebon, Indramayu, Brebes, dan sekitarnya.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan peningkatan volume penumpang mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin menjadikan kereta api sebagai moda transportasi utama yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.

“Kereta api kini semakin dipilih karena tidak hanya efisien dan nyaman, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan. Selain itu, integrasi layanan antarmoda turut memperkuat konektivitas dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan pariwisata serta ekonomi daerah,” ujar Muhibbuddin.

Dari sisi operasional, Daop 3 Cirebon melayani angkutan penumpang di 13 stasiun. Lima stasiun dengan volume pelanggan tertinggi sepanjang 2025 yaitu Stasiun Cirebon dengan 1.610.225 pelanggan, disusul Stasiun Cirebonprujakan sebanyak 675.796 pelanggan, Stasiun Jatibarang 564.230 pelanggan, Stasiun Brebes 400.861 pelanggan, serta Stasiun Haurgeulis 265.861 pelanggan.

Kinerja positif ini juga ditopang oleh berbagai langkah peningkatan layanan dan investasi infrastruktur. KAI Daop 3 Cirebon terus memperluas pemanfaatan teknologi, salah satunya melalui Face Recognition Boarding Gate, serta melakukan modernisasi prasarana dengan mengganti bantalan kayu menjadi bantalan sintetis yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan.

Upaya tersebut berdampak langsung pada peningkatan ketepatan waktu perjalanan kereta api. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, On Time Performance (OTP) keberangkatan kereta api penumpang mencapai rata-rata 99,97 persen, meningkat dibandingkan 99,93 persen pada 2024. Sementara itu, OTP kedatangan juga naik menjadi 97,50 persen dari sebelumnya 96,05 persen.

“Ketepatan waktu menjadi faktor utama kepercayaan pelanggan. Dengan prasarana yang andal dan berkelanjutan, kami optimistis kinerja operasional akan semakin baik dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” tambah Muhibbuddin.

Ke depan, KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan dan peningkatan fasilitas guna memastikan kereta api tetap menjadi tulang punggung transportasi publik yang mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan pariwisata, serta penguatan ekonomi regional. ( Riant Subekti)