CIREBON, Dalam rangka menyambut masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Salah satu layanan yang dioptimalkan adalah Lost and Found, guna membantu penumpang yang mengalami kehilangan atau tertinggal barang di kereta api maupun area stasiun.

 

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa layanan Lost and Found dijalankan oleh petugas yang mengedepankan integritas, profesionalisme, serta tanggung jawab tinggi, sebagai bentuk komitmen KAI dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jasa.

 

“Penumpang yang kehilangan barang dapat segera melapor kepada kondektur di dalam kereta, petugas keamanan di stasiun, atau melalui Contact Center KAI 121,” jelas Muhibbuddin.

 

Setelah laporan diterima, petugas KAI akan langsung melakukan proses penelusuran. Apabila barang dapat ditemukan dalam waktu singkat, barang tersebut akan segera dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara itu, apabila belum ditemukan, pelapor akan mendapatkan informasi perkembangan pencarian secara berkala.

 

Barang temuan yang berada di stasiun maupun di dalam kereta juga akan diumumkan melalui pengeras suara. Jika tidak ada pihak yang mengambil, barang akan diamankan di pos pengamanan stasiun, diberi label barang temuan, serta dilakukan proses verifikasi dan pendataan ke dalam Database Lost and Found KAI.

 

“Pendataan barang temuan ke dalam database ini bertujuan untuk mempermudah proses pencocokan dan pencarian barang sesuai ciri maupun spesifikasi yang dilaporkan penumpang,” tambahnya.

 

Sepanjang Januari hingga pertengahan Desember 2025, KAI Daop 3 Cirebon telah menangani 467 kasus barang tertinggal. Barang yang berhasil diamankan meliputi laptop, tablet, koper, dompet, dokumen penting, uang tunai, telepon genggam, hingga perhiasan emas. Total estimasi nilai barang yang dikembalikan kepada pemilik mencapai Rp 882 juta.

 

“Respons cepat dan integritas petugas menjadi kunci utama. Berkat kesigapan serta kejujuran petugas di lapangan, seluruh barang yang tertinggal dapat kembali ke tangan pemiliknya dalam kondisi utuh,” tutup Muhibbuddin. (Riant Subekti)