KOTA CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menyiapkan skema tak biasa menyusul rencana renovasi besar Gedung Sekretariat Daerah (Setda). Untuk sementara, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) akan dipindahkan ke pusat perbelanjaan Grage City Mall (GCM).

Relokasi ini dilakukan agar proses renovasi Gedung Setda dapat berjalan tanpa hambatan. Sejak awal Januari 2026, jajaran Pemkot sudah melakukan peninjauan langsung ke GCM guna memetakan area yang akan digunakan sebagai kantor sementara wali kota dan perangkat daerah.

Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Cirebon, M Arif Kurniawan, menjelaskan bahwa renovasi Gedung Setda akan ditangani oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Provinsi Jawa Barat. Pemkot, kata dia, fokus pada penyiapan lokasi kerja alternatif bagi para pegawai.

“Gedung Setda harus dikosongkan agar renovasi berjalan optimal. Karena itu kami menyiapkan relokasi ASN,” ujar Arif, baru baru ini.

Menurutnya, tahap perencanaan teknis renovasi akan berlangsung pada Januari hingga Maret 2026 melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED) bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bandung (Polban).

Area Bawah GCM Disiapkan

GCM dipilih karena memiliki ruang yang cukup luas dan mudah diatur. Pemkot berencana memanfaatkan area lantai bawah, tepatnya di sisi area furnitur, sebagai ruang kerja sementara.

Sekitar 150 ASN akan ditempatkan di lokasi tersebut dengan sistem sekat setinggi 1,5 meter. Sementara itu, penataan ruang wali kota, ruang rapat, dan fasilitas pendukung lainnya masih menunggu denah resmi dari pihak pengelola mal.

“Konsepnya sederhana. Hanya meja dan kursi kerja yang dipindahkan. Perabot besar tetap di Gedung Setda,” jelas Arif.

Menunggu Arahan Wali Kota

Meski lokasi sudah disiapkan, waktu pasti pemindahan ASN belum ditetapkan. Pemkot masih menunggu arahan lanjutan dari Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.

Renovasi fisik Gedung Setda sendiri diproyeksikan mulai Juni atau Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Soal anggaran, nilainya masih dalam pembahasan, meski sebelumnya diperkirakan mencapai Rp15 miliar.

Relokasi ASN ke pusat perbelanjaan ini dinilai sebagai solusi kreatif agar pelayanan publik tetap berjalan normal selama proses renovasi gedung pemerintahan berlangsung. ( Riant Subekti)