Pohon rangdu tumbang timpa kuburan di area pemakaman Gunung Jati. Foto : Riant Subekti

 

KABUPATEN CIREBON, – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai hembusan angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Cirebon pada Sabtu siang (27/12/2025). Kondisi tersebut memicu sejumlah kejadian yang menimbulkan kerugian materi dan gangguan aktivitas masyarakat di beberapa lokasi.

Salah satu dampak paling signifikan terjadi di kawasan wisata religi Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati. Sebuah pohon randu berukuran besar yang diperkirakan telah berusia sangat tua tumbang sekitar pukul 14.30 WIB. Batang dan dahan pohon yang roboh menimpa sejumlah makam di area pemakaman, sehingga menyebabkan kerusakan.

Diduga, pohon tersebut tumbang akibat kondisi akar yang sudah rapuh dan tidak mampu menahan terpaan angin kencang saat hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Beberapa pohon lain di sekitar lokasi juga dilaporkan ikut roboh, terutama di area sekitar Sumur Jalatunda, yang sempat mengganggu aktivitas warga dan para peziarah.

Selain di kawasan wisata religi, peristiwa pohon tumbang juga terjadi di Jalan Raya Ki Gede Mayung. Sebatang pohon besar roboh melintang di badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon terlihat melakukan proses evakuasi dengan memotong batang pohon dan membersihkan jalan agar kendaraan dapat kembali melintas.

Tak hanya itu, hujan angin juga berdampak pada permukiman warga. Sebuah rumah milik warga Babadan mengalami kerusakan pada bagian atap. Genteng rumah tersebut beterbangan akibat terpaan angin kencang.

Pemilik rumah, Iin, mengatakan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. Ia menyebut angin kencang datang bersamaan dengan hujan deras hingga membuat genteng rumahnya terlepas dan tersapu angin.

“Anginnya kencang sekali, tiba-tiba genteng rumah berterbangan. Kami langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.

Beruntung, dalam rangkaian peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka. Hingga sore hari, warga bersama petugas terkait masih melakukan pembersihan dan penanganan dampak bencana untuk memastikan kondisi kembali aman dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal. (Riant Subekti)