Cirebon Power Laporkan Operasional Pembangkit Stabil dan Perluas Program Pemberdayaan Masyarakat

Cirebonupdate.id– Perusahaan pembangkit listrik Cirebon Power melaporkan kinerja operasional yang stabil sepanjang tahun 2025 sekaligus memperkuat berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Wakil Direktur Utama Cirebon Power, Joseph Pangalila, menyampaikan bahwa dua unit pembangkit yang dikelola perusahaan mampu beroperasi secara optimal sepanjang tahun lalu dan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan listrik nasional.

Menurutnya, peningkatan keandalan operasional menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menjaga pasokan listrik bagi masyarakat.

“Sepanjang 2025, kedua pembangkit yang kami kelola beroperasi dengan baik. Hal ini turut meningkatkan keandalan sistem pembangkit serta kontribusi terhadap pasokan energi listrik nasional,” kata Joseph, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, pada akhir Februari 2026 pembangkit Cirebon 2 juga telah menyelesaikan proses pemeliharaan besar atau Major Overhaul (MOH) tipe C sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses perawatan tersebut berjalan lancar tanpa insiden sehingga perusahaan berhasil mencatatkan capaian 4,9 juta jam kerja aman (safe man hours).

Joseph menambahkan, selama masa libur Idul Fitri 1447 Hijriah, operasional pembangkit tetap dijaga agar berjalan optimal guna memastikan pasokan listrik tetap tersedia.

“Seperti halnya rekan-rekan jurnalis yang tetap bertugas saat hari raya, kami juga memastikan kedua pembangkit tetap beroperasi maksimal untuk mendukung suplai listrik pada jaringan 150 kV dan 500 kV,” ujarnya.

Meski demikian, ia juga menyoroti tantangan yang tengah dihadapi sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) terkait menipisnya pasokan batu bara di tingkat nasional.

Menurut Joseph, sejumlah pengelola PLTU saat ini tengah berupaya memastikan ketersediaan bahan bakar agar operasional pembangkit tidak terganggu. Kondisi tersebut juga telah disampaikan kepada pemerintah.

“Kami berharap situasi ini segera membaik sehingga operasional PLTU tetap terjaga dan kebutuhan listrik nasional dapat terpenuhi,” katanya.

Selain menjaga keandalan operasional pembangkit, Cirebon Power juga terus mengembangkan berbagai program CSR yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, sejumlah program sosial perusahaan berhasil meraih penghargaan nasional, di antaranya CSR & SDGs Award 2025 serta Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (BISRA) 2025.

Memasuki tahun 2026, perusahaan kembali melanjutkan berbagai program pemberdayaan, seperti program penggemukan kepiting bersama komunitas nelayan di Desa Kanci Kulon dan Desa Citemu.

Selain itu, terdapat pula program bank pakan serta budidaya susu kambing di Desa Pangarengan. Perusahaan juga bekerja sama dengan Pemerintah Desa Astanamukti untuk mengembangkan desa wisata gerabah.

Di bidang peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Pusat Vokasi Cirebon Power bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon menggelar pelatihan komputer dasar bagi penyandang disabilitas fisik.

Program tersebut mendapat perhatian dari berbagai lembaga, baik nasional maupun internasional, seperti Bappenas, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, hingga Kedutaan Besar Australia.

“Melalui program ini kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang ekonomi,” ujar Joseph.

Dalam waktu dekat, Cirebon Power juga berencana menghadirkan fasilitas Bioskop Rakyat yang akan difungsikan sebagai ruang pertunjukan sekaligus pusat pengembangan seni, budaya, serta film nasional maupun lokal.

Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi tumbuhnya ekonomi kreatif, khususnya di wilayah Cirebon Timur.

Sementara itu, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri, perusahaan juga menyalurkan 1.250 paket bingkisan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Paket sembako tersebut diberikan kepada kaum dhuafa, anak yatim, lansia, pondok pesantren, serta sejumlah pemangku kepentingan di sekitar pembangkit listrik.

“Ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” pungkas Joseph.