KABUPATEN CIREBON, Banjir besar yang menerjang Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, tidak hanya merendam kawasan permukiman dan gudang supermarket, tetapi juga menghanyutkan harapan para karyawan yang memarkirkan sepeda motor mereka di area kerja. Kendaraan roda dua itu terseret arus deras hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Pada Rabu (24/12/2025), dua unit sepeda motor milik karyawan supermarket ditemukan warga di kawasan Perumahan Graha Keandra Wanakerta. Lokasi penemuan berjarak sekitar satu kilometer dari titik awal kendaraan tersebut terseret banjir. Kondisinya rusak berat, bodi hancur, dan hanya menyisakan rangka besi.

Penemuan sepeda motor tersebut pertama kali diketahui oleh Sardianto, petugas keamanan perumahan setempat. Sejak malam banjir, ia berjaga karena khawatir dampak banjir meluas ke area permukiman.

Sardianto mengaku tidak menyangka arus air mampu menyeret kendaraan sejauh itu. Saat air masih mengalir deras, ia menemukan salah satu motor dalam kondisi tersangkut di aliran air, sementara unit lainnya berada di dekat tikungan sekitar Musala Al-Keandra.

Kondisi arus yang belum stabil membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Bersama dua warga lainnya, Sardianto mengevakuasi kendaraan secara bergantian agar tidak membahayakan keselamatan.

Seluruh bagian sepeda motor tampak rusak parah. Hampir tidak ada bodi utuh yang tersisa, diduga akibat benturan dengan material bangunan dan derasnya arus banjir.

Tak lama setelah kendaraan ditemukan, sejumlah perwakilan karyawan supermarket datang ke lokasi untuk mengangkut sepeda motor menggunakan mobil boks dan menyerahkannya kembali kepada pemiliknya.

Camat Sumber, Andri, menjelaskan banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (23/12/2025) sore. Luapan air sungai dari wilayah hulu menyebabkan tanggul jebol dan menyeret berbagai material, termasuk kendaraan yang berada di sekitar gudang supermarket.

Data sementara mencatat sedikitnya 19 sepeda motor karyawan dilaporkan hanyut. Hingga kini, baru empat unit yang berhasil ditemukan, seluruhnya dalam kondisi tidak dapat digunakan.

Pemerintah kecamatan bersama dinas terkait tengah melakukan penanganan darurat pada tanggul yang rusak, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat intensitas hujan masih tinggi.(Riant Subekti)