Kota Cirebon, CU– Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Jenderal Pol (Purn) Drs. Agus Andrianto memimpin panen raya ikan dan padi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon, Kamis (15/1/2026), sebagai bagian dari program ketahanan pangan pemasyarakatan yang digelar serentak secara nasional.
Agus menegaskan, seluruh hasil panen dari lapas dan rutan di Indonesia akan dialokasikan untuk kepentingan sosial, khususnya membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Hasil panen maupun pengelolaannya akan disumbangkan untuk kegiatan sosial di wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujar Agus.
Ia juga mendorong agar program ketahanan pangan tersebut dapat disinergikan dengan kebijakan pemerintah lainnya, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan warga sekitar lapas.
Selain itu, Agus menekankan pentingnya kolaborasi antara jajaran pemasyarakatan, keimigrasian, dan masyarakat lokal agar program ketahanan pangan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyampaikan, sepanjang 2025 sebanyak 12.146 warga binaan terlibat aktif dalam program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan produktif seluas 44,2 hektare.
“Sebagian besar hasil panen telah disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana, termasuk di wilayah Aceh dan Sumatra, baik dalam bentuk bantuan kebutuhan dasar maupun pembangunan fasilitas pendukung,” kata Mashudi.
Di Lapas Cirebon, panen raya tidak hanya mencakup ikan dan padi, tetapi juga diiringi pelepasan produk karya warga binaan berupa cocomesh berbahan serat kelapa ramah lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di balik tembok lapas mampu melahirkan produktivitas sekaligus kepedulian sosial.( Riant Subekti)

Tinggalkan Balasan